Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Pembukaan proyek digitalisasi naskah DREAMSEA di Universitas Hamburg

Dreamsea02   
Setelah secara resmi diluncurkan di Perpustakaan Nasional, Jakarta pada tanggal 24 Januari 2018, proyek Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) dibuka di Centre for the Studies of Manuscript Cultures (CSMC), Universitas Hamburg tanggal 23 April 2018.

Acara dihadiri oleh Konjen RI Hamburg dan Fungsi Pensosbud KJRI Hamburg. Turut hadir termasuk Prof. Dr. Oman Fathurahman (Staf Ahli Kementerian Agama bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Prof. Dr. Jan van der Putten (Universitas Hamburg) selaku penggagas proyek; Prof. Dr. Saiful Umam, Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Prof. Dr. Susanne Rupp, Wakil Presiden Universitas Hamburg; dan Konsul Kehormatan Thailand, Stefan Krohn.

Tujuan proyek ini adalah menemukan dan melakukan digitalisasi terhadap naskah-naskah historis yang kondisinya terancam di seluruh Asia Tenggara untuk kemudian disimpan dalam sebuah database untuk tujuan riset. Proyek ini merupakan kerja sama antara Universitas Hamburg dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Prof. Dr. Jan van der Putten dan Prof. Dr. Oman Fathurahman menyampaikan antara lain bahwa proyek adalah melestarikan keanekaragaman budaya di Asia Tenggara dengan cara mendigitalisasi naskah-naskah yang terancam kerusakan fisik, bencana alam dan ancaman lain seperti kondisi politik yang tidak kondusif, konsumerisme, dll. Proyek ini akan berlangsung selama 5 tahun (2017 – 2022) dengan target menghasilkan sekitar 4-5000 naskah digital.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ini adalah proyek pertama yang berupaya mengumpulkan naskah-naskah berharga dan menyimpannya dalam bentuk digital dalam satu database dan bukan tersebar di banyak database dalam bahasa-bahasa yang berbeda. Selain itu, proyek ini akan melaksanakan pembangunan kapasitas di kawasan Asia Tenggara agar dapat menjalankan proyek yang serupa di masa depan.

Dalam sambutannya, Konjen RI menyampaikan bahwa KJRI Hamburg menyambut baik dan mendukung proyek ini karena sangat signifikan dalam melestarikan sejarah dan juga merupakan kerja sama yang berharga antara Indonesia dan Jerman. Pelestarian catatan historis merupakan hal yang sangat penting karena selain berisi beragam informasi berupa catatan sejarah, ilmu pengetahuan, dan bahasa, naskah-naskah kuno menyimpan identitas bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk mencapainya termasuk mengeluarkan UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menjadi landasan hukum untuk perlindungan, pengembangan, dan penggunaan cagar budaya, serta UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang antara lain bertujuan melindungi dan melestarikan obyek-obyek budaya.

Acara ditutup dengan ramah tamah.

(Pensosbud KJRI Hamburg)

  • My Indonesia
Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Pembukaan proyek digitalisasi naskah DREAMSEA di Universitas Hamburg