Anda disini: HOME Ekonomi Kerjasama Ekonomi Indonesia - Jerman Utara

Ekonomi

Wilayah kerja KJRI Hamburg terdiri dari 4 negara bagian yang terletak di Jerman bagian utara: Hamburg, Bremen, Niedersachsen dan Schleswig-Holstein. Informasi mengenai kerjasama Indonesia dengan keempat negara bagian tersebut adalah sebagai berikut:

 Hubungan Ekonomi RI – Hamburg

Pelabuhan Hamburg disebut sebagai gateway to the world karena merupakan hub bagi alur perdagangan berbagai komoditi dunia. Selain menjadi pelabuhan tersibuk ke-3 di Eropa setelah pelabuhan Rotterdam dan Antwerp, Pelabuhan Hamburg juga merupakan pelabuhan ke-15 terbesar di dunia dengan mitra negara yang tersebar di seluruh dunia, termasuk 650 perusahaan Asia.

Perdagangan luar negeri secara tradisional telah menjadi kunci utama bagi Pelabuhan Hamburg dan menempatkan Hamburg sebagai pusat perdagangan yang penting bagi Jerman. Selain perdagangan internasional, kebijakan pengembangan industri Hamburg berorientasikan pada 6 cluster industri di bidang logistik, penerbangan, MITT (Media, IT & Telecommunication), life science, renewable energy dan maritim.

Industri penerbangan merupakan salah satu sektor ekonomi yang juga berkembang pesat di Hamburg dimana Hamburg merupakan salah satu lokasi terpenting di dunia untuk industri penerbangan, selain Seattle dan Toulouse, yang memiliki pabrik produksi pesawat Airbus.

 Data perdagangan Indonesia–Hamburg selama tahun 2010 hingga 2013 adalah:

 

Indikator

2010

2011

2012

2013

Ekspor ke RI (€ juta)

107,76

121,05

372,24

360,21

Impor dari RI (€ juta)

803,66

754,27

681,33

659,23

Saldo

(€ juta)

-695,9

-633,15

-309,09

-299,02

Berdasarkan informasi Kamar Dagang Hamburg, terdapat sekitar 362 perusahaan Hamburg yang memiliki hubungan ekspor dengan Indonesia dan sekitar 253 perusahaan Hamburg yang menjalin hubungan impor dengan Indonesia. Sebanyak 127 perusahaan Hamburg memiliki kantor agen/perwakilan di Indonesia dan 35 perusahaan memiliki cabang di Indonesia.

 

Hubungan Ekonomi RI - Bremen

Terkait dengan Indonesia, Bremen telah memiliki hubungan perdagangan jangka panjang dengan Indonesia dalam komoditas tembakau yang terus berlanjut sampai saat ini. Kerjasama tersebut dimulai melalui perdagangan lelang tembakau antara Indonesia dan Bremen sejak tahun 1959 serta dibentuknya Tabak Börse pada tahun 1961. Meskipun saat ini Tabak Börse telah ditutup dan diganti dengan penjualan langsung, Indonesia tetap menjadi salah satu mitra ekonomi dan perdagangan yang baik bagi Bremen. Saat ini peminat tembakau Sumatera di Eropa semakin tinggi jumlahnya dengan 3 negara Eropa pembeli terbesar berasal dari Belanda, Denmark dan Belgia.

Bagi Bremen, Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara tujuan investasi, sehingga dalam hal ini terdapat peluang bagi penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Bremen. Berdasarkan data dari Kadin Bremen, saat ini terdapat sekitar 140 perusahaan Bremen di Indonesia yang sebagian besar bergerak di bidang komoditi.

Di bidang komoditi lain, sebagai salah satu negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia, pasar produk kopi di Jerman (termasuk Bremen) menjadi sangat potensial termasuk bagi Indonesia. Terkait hal ini, di Bremen telah terdapat toko kopi „Kaffee Lager Indo Tati’s“ milik pengusaha kopi Indonesia dan dibuka sejak tanggal 19 Januari 2013.

Hubungan Indonesia-Bremen juga terjalin melalui kerjasama pelatihan capacity building untuk pejabat pelabuhan Kementerian Perhubungan RI sejak tahun 2008 hingga 2012. Pasca penandatanganan “MoU on Human Capacity Building in Ports” antara Indonesia dan Bremen di München, tanggal 6 Juni 2013, disepakati bahwa kerjasama di bidang pelabuhan dilanjutkan dalam kerangka proyek “ASEAN Sustainable Port Development”.

Terkait potensi besar keanekaragaman hayati Indonesia dengan ekosistem yang sangat produktif, sejak tahun 2001, Indonesia cq Kementerian Riset dan Teknologi RI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan RI telah menjalin kerjasama dengan Leibniz-Zentrum für Marine Tropenökologie (ZMT) dalam program Science for Protection of Indonesian Coastal Ecosystems (SPICE).

Puncak hubungan Indonesia-Bremen terjadi pada saat kunjungan Menteri (Senator) Urusan Ekonomi, Tenaga Kerja dan Transportasi Martin Günthner disertai dengan 14 orang anggota delegasi terdiri dari pejabat pemerintah, pelabuhan, universitas dan pengusaha ke Indonesia pada tanggal 21-26 April 2013. Kunjungan ini merupakan kunjungan tingkat tinggi pertama dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun setelah kunjungan terakhir Walikota Bremen pada tahun 1990-an.

Selama tahun 2010 hingga 2013, data perdagangan Indonesia - Bremen adalah:

Indikator

2010

2011

2012

2013

Ekspor ke RI (€ juta)

12,81

20,75

23,45

17,52

Impor dari RI (€ juta)

94,33

85,67

102,21

109,23

Saldo (€ juta)

-81,52

-64,92

-78,76

-91,71

Hubungan Ekonomi RI - Niedersachsen

Indonesia memiliki hubungan yang dekat dengan Niedersachsen karena adanya kerjasama sister city antara 2 kota Indonesia dengan kota-kota di Niedersachsen. Kerjasama sister city antara Bandung – Braunschweig dikembangkan sejak tahun 1960 sedangkan antara Padang – Hildesheim telah dimulai sejak tahun 1988, diawali dengan kerjasama di bidang pendidikan antara kota-kota tersebut. Kegiatan dalam kerangka kerjasama sister city keempat kota tersebut lebih banyak diwarnai oleh bidang pendidikan dan budaya namun demikian kerjasama ekonomi menjadi salah satu bidang yang akan terus diupayakan peningkatannya.

Berdasarkan data statistik Jerman, neraca perdagangan Indonesia - Niedersachsen periode tahun 2010 hingga 2013 adalah sebagai berikut:

Indikator

2010

2011

2012

2013

Ekspor ke RI (€ juta)

152,02

174,66

229,45

256,29

Impor dari RI (€ juta)

233,60

275,92

230,06

212,83

Saldo (€juta)

-81,58

-101,26

-0,61

43,47

 

Hubungan Ekonomi RI – Schleswig-Holstein

Saat ini, Pelabuhan Kiel menempati peringkat ketiga dalam industri kapal pesiar, setelah Pelabuhan Rostock dan Pelabuhan Hamburg. Untuk tahun-tahun mendatang, Pelabuhan Kiel bertujuan untuk terus-menerus tumbuh dan memperbaiki posisinya. Pelabuhan Kiel telah memiliki sebanyak 3 terminal khusus untuk kapal-kapal pesiar besar yang memiliki kapasitas cukup besar untuk didatangi oleh lebih dari 150 kapal pesiar per tahun. Untuk tahun 2014, Pelabuhan Kiel sudah mencatat adanya 124 kali arus datang dan pergi 20 kapal pesiar.

Hubungan ekonomi dan perdagangan luar negeri Schleswig Holstein juga didukung oleh industri perkapalan Howaldswerke Deutsche Werft, Flender Werft, industri pembangkit listrik tenaga angin Vestas, peralatan medis Dräger dan diesel kapal Caterpillar.

Terkait dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Indonesia dan Schleswig-Holstein periode 2010 hingga 2013 adalah sebagai berikut:

Indikator

2010

2011

2012

2013

Ekspor ke RI (€ juta)

79,17

64,97

60,96

60,78

Impor dari RI (€ juta)

132,41

165,47

159,61

143,48

Saldo

(€ juta)

-53,24

-100,50

-98,65

-82,72

 


 

  • My Indonesia
Anda disini: HOME Ekonomi Kerjasama Ekonomi Indonesia - Jerman Utara