Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Presentasi mengenai Indonesia di Führungsakademie der Bundeswehr - Hamburg

Fuhrungakademie 680x680Pada tanggal 11 Desember 2013 telah diselenggarakan acara presentasi mengenai Indonesia bertempat di Sekolah Staf Komando (Führungakademie der Bundeswehr) Hamburg.Acara persentasi tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh Führungakademie der Bundeswehr dalam rangka Hari Informasi dan Pengenalan Negara (Nationaler informationtag) dengan menampilkan pembicara dari berbagai negara.

Presentasi mengenai Indonesia disampaikan secara bergantian oleh 2 perwira Indonesia dalam bahasa Jerman yang cukup lancar, yaitu Mayor Inf. Rikrik Permadi Sobana (Perwira AL) dan Mayor Ferdial Lubis (Perwira AD) dihadapan sekitar 70 tamu undangan yang terdiri dari para peserta Sekolah Staf Komando Internasional (Lehrgruppe Lehrggänge General und Admiralstabsdienst /LGIA), pejabat Führungakademie der BundeswehrI, Konjen RI Hamburg, PBU Atase Pertahanan RI – Berlin, dan lain-lain.

Kepala LGIA - Führungakademie der Bundeswehr, Oberst i.G. (Kolonel) Matthias Kohnen dalam sambutannya menyampaikan bahwa hanya peserta dari 6 negara yang diberi kesempatan untuk memperkenalkan negaranya dalam acara Nationaler informationtag tahun ini, salah satunya adalah Indonesia. Kepala LGIA menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki khasanah budaya yang beragam. “Apabila mendengar nama Indonesia, yang selalu terlintas dalam pikirannya yaitu masyarakatnya yang ramah dan hangat, serta makanannya yang enak dan lezat. Sayangnya sya harus tetap bekerja di Hamburg,” ujarnya

Materi yang disampaikan dalam persentasi meliputi 6 bagian, yaitu Geografi, Sejarah, Budaya, Ekonomi, Politik, Perkembangan Angkatan Bersenjata – TNI, dan tantangan masa depan. Dalam presentasi dikemukakan bahwa Indonesia terkenal sebagai negara yang terbuka dengan keanekaragaman budaya dan agama, serta memiliki masyarakat dengan keramahtamahan yang tinggi. Budaya Indonesia sangat unik dan memiliki banyak keistimewaan seperti terlihat dalam beragam tarian dan musik tradisional, beraneka jenis kuliner yang lezat, hingga berbagai tujuan wisata menarik yang sebagian tidak dapat dijumpai di belahan dunia lain, seperti Pulau Komodo.

Di bidang politik disebutkan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia memiliki kondisi politik dalam negeri yang relatif stabil. Indonesia dengan prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif” saat ini memainkan peran penting dalam percaturan politik Internasional. Selain aktif dalam berbagai organisasi regional dan internasional, utamanya dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, Indonesia juga memainkan kiprah penting dalam menjaga perdamaian dunia melalui keterlibatannya dalam pasukan perdamaian PBB di sejumlah negara yang tengah mengalami konflik. Di bidang ekonomi dikemukakan bahwa Indonesia merupakan emerging country yang pertumbuhan ekonominya selalu postif ditengah terjadinya krisis global. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki daya tahan terhadap krisis dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, dan angka pengangguran yang cenderung menurun.

Presentasi diakhiri dengan pemaparan singkat tentang perkembangan Angkatan Bersenjata, terutama informasi umum mengenai alat utama sistem senjata (Alutsista) yang diproduksi oleh Indonesia, serta perkembangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang saat ini berjumlah sekitar 476.000 personil terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Dalam acara presentasi tersebut, selain dilengkapi dengan pemutaran video tentang Indonesia juga dibagikan berbagai informasi (brosur dan leaflet) tentang potensi pariwisata Indonesia yang disediakan oleh KJRI Hamburg.

Führungakademie der Bundeswehr setiap tahunnya menyelenggarakan program pendidikan staf komando yang diikuti oleh para perwira menengah Jerman dan perwira menengah internasional yang berasal dari berbagai negara. Sejak tahun 1957, Führungakademie der Bundeswehr melatih para perwira menengah agar mampu melaksanakan tugas di berbagai organisasi internasional seperti NATO, Uni Eropa, dan PBB. Setiap program pendidikan diikuti oleh sekitar 600 peserta terdiri dari 350 perwira menengah Jerman dan 250 perwira dari luar negeri yang berasal dari 50 negara.

Sejak tahun 1965 telah terdapat 41 perwira menengah Indonesia lulusan Führungakademie der Bundeswehr, salah satunya yaitu Bapak Faisal Tanjung, dan untuk tahun 2012-2014 Indonesia mengirimkan 2 peserta. Sejak tahun 2013 terdapat 3 perwira Indonesia lainnya, masing-masing dari AD, AL, dan AU yang sedang belajar bahasa Jerman di Köln, yang apabila lulus akan meneruskan pendidikannya di Führungakademie der Bundeswehr – Hamburg. (Sumber : KJRI Hamburg/andi)

  • My Indonesia
Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Presentasi mengenai Indonesia di Führungsakademie der Bundeswehr - Hamburg