Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Pengolahan tradisional kuliner Indonesia mengundang minat pengunjung Pameran SlowFisch-SlowFood di Bremen

 DSCN0634   
Pameran makanan “SlowFisch-SlowFood” diselenggarakan bersama pameran wisata “ReiseLust” di Messe Bremen, tanggal 8-10 Nopember 2013. Pameran yang menempati Hall 4, 5, 6 dan 7 Messe Bremen tersebut telah menarik 33 ribu pengunjung selama pameran berlangsung, meningkat dari tahun 2012 sebesar 29 ribu pengunjung. Pameran diikuti oleh 180 exhibitor untuk Pameran “SlowFisch-SlowFood” dan 280 exhibitor untuk Pameran “ReiseLust”.

Dalam pembukaan Pameran “SlowFisch-SlowFood”, Ms. Anja Stahman, Senator/Menteri Sosial, Anak-anak, Pemuda dan Wanita Negara Bagian Bremen menyampaikan bahwa tema utama yang diangkat dalam pameran adalah mengenai makanan sehat, tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga anak-anak sehingga pameran ini akan menampilkan mengenai produk makanan sejak dalam proses pengolahan sampai dengan siap saji. Konsep “SlowFood” sendiri berasal dari Italia sejak 20 tahun silam, yang merupakan lawan dari konsep fast food, utamanya merupakan cara menyajikan makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga bersih, sehat, tanpa zat pewarna dan tanpa aroma (memiliki filosofi good, clean and fair food).

Ditambahkan oleh Dr. Rupert Ebner, anggota Perhimpunan SlowFood Deutschland, bahwa produk ikan menjadi tema utama dalam Pameran “SlowFisch-SlowFood”, khususnya untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk-produk ikan yang berasal dari aquakultur dan memperhatikan isu perlindungan hewan. Pada intinya, “SlowFisch” mengedepankan menu makanan yang dimasak tanpa menggunakan bahan pengawet, dan menyajikan eco-food, organic food, authentic food dan traditional food.

 

Partisipasi Indonesia dalam Pameran “SlowFisch-SlowFood” diwakili oleh IndoTati’s, pengusaha kopi dan bumbu/rempah Indonesia di Bremen. Dalam pameran tersebut, IndoTati’s menjual bumbu/rempah segar Indonesia dan menyajikan demo memasak ikan menggunakan bumbu Indonesia tersebut, serta menjualnya kepada pengunjung yang berminat. Keunikan penggunaan alat dapur tradisional (cobek) saat mengolah bumbu ikan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan kemudian berminat untuk membeli.

Dalam kesempatan kunjungan ke Pameran “SlowFisch-SlowFood”, Konjen RI Hamburg Marina Estella Anwar Bey menyampaikan dukungannya terhadap keikutsertaan pengusaha Indonesia dalam Pameran “SlowFisch-SlowFood” Bremen. Keikutsertaan pengusaha Indonesia kiranya dapat merupakan exhibitor lokal, mencermati bahwa karakteristik pengunjung yang datang merupakan konsumen langsung dan bukan pedagang retail atau distributor.

(Sumber: KJRI Hamburg)

  • My Indonesia
Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Pengolahan tradisional kuliner Indonesia mengundang minat pengunjung Pameran SlowFisch-SlowFood di Bremen