Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Partisipasi Konjen RI Hamburg pada Evaluation Visit Kemenristekdikti dan BPK di Technische Universität (TU) Braunschweig, 28 November 2018

Pada tanggal 28 November 2018 pagi, Konjen RI didampingi Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Hamburg telah memenuhi undangan dari Dr. Hutoma Suryo Wasisto, Koordinator lndonesian-German CentreforNanoand Quantum Technologies    (IG-Nano)   di Laboratory   for    Emerging    Nanometrology (LENA), Technische Universität Braunschweig menghadiri Evaluation Visit Kemenristekdikti dan BPK di Braunschweig lntegrated Centre of Systems Biology.

Pertemuan dihadiri oleh Presiden TU Braunschweig (TU Braunschweig), Prof. Anke Kaysser-Pyzalla; Sesditjen Sumber Daya lptek Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof. John Hendri; Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dr. Blucer Rajagukguk; Kepala Institute for Semiconductor Technology (IHT), Dr. Andreas Waag, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, Dr. Ahmad Saufi.

Kunjungan Ristekdikti dan BPK bermaksud untuk meninjau keberlangsungan program IG-Nano yang menjadi salah satu percontohan program beasiswa dari Ristekdikti, dan menjajaki kerjasama lain antara Ristekdikti dan TU Braunschweig, khususnya di bidang riset dan pengembangan.

Dalam sambutannya, Presiden TU Braunschweig menyampaikan kebanggaan atas kesuksesan kerjasama ini. Ditambahkan bahwa walaupun TU Braunschweig adalah universitas yang tidak besar, tetapi memiliki semangat kerjasama yang kuat. Di Braunschweig terdapat dua Cluster of Excellence yang menghubungkan universitas dengan lembaga riset dan perusahaan swasta dan mendapatkan pendanaan dari Pemerintah (Catatan: Cluster of Excellence merupakan bagian dari Excellence Initiative dari Wissenschaftsrat/German Council of Science dan Humanities dan Deutsche Forschungsgemeinschaft/German Research Foundation untuk mempromosikan riset, memperdalam kerjasama antara institusi, dan meningkatkan profil universitas-universitas di Jerman). Prof. Kaysser-Pyzalla berharap bahwa kerjasama antara universitasnya dan Kemenristekdikti dapat ditingkatkan di masa depan.

Konjen RI Hamburg menyapaikan bahwa program ini berharga untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia lndonesia di bidang riset dan teknologi dan berharap kesuksesannya dapat diulangi di proyek-proyek lain antara lndonesia dan Jerman. Konjen RI menyampaikan apresiasi kepada Kemenristekdikti atas program­ program yang mengembangkan sumber daya manusia lndonesia di luar negeri, termasuk di Jerman. Terkait hal tersebut, diaspora lndonesia di Jerman dan negara lain dapat memainkan peran yang penting dalam pembangunan lndonesia, menggunakan keahliannya untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi lndonesia.

Atdikbud KBRI Berlin menyampaikan menyambut baik kerjasama ini. Disampaikan bahwa Presiden RI, Joko Widodo dan Kanselir Jerman, Angela Merkel di Berlin tahun 2016 telah berjanji meningkatkan kerjasama yang berfokus pada vocational education and training, dan lingkungan. Atdikbud menambahkan bahwa selain memperkuat hubungan antara lndonesia dan Jerman, kerjasama ini bermanfaat untuk membangun jaringan antara kedua negara, serta menghasilkan lebih banyak publikasi ilmiah.

Sesditjen Sumber Daya lptek Kemenristekdikti, Prof. John Hendri menyampaikan antara lain bahwa sebagai negara besar, lndonesia memiliki 4000 universitas dengan 122 diantaranya adalah universitas negeri, 5 juta mahasiswa, dan 250.000 dosen. Sehubungan dengan hal tersebut terdapat bayak peluang kerjasama antara lndonesia dan Jerman di bidang riset. Diharapkan di masa depan dapat terbuka peluang lebih banyak kerjasama untuk mengembangkan teknologi bersama.

Auditor Utama BPK, Dr. Blucer Rajagukguk menyampaikan bahwa berdasarkan Konstitusi, BPK memiliki tugas melaksanakan pemeriksaan terhadap kementerian­ kementerian, termasuk program-program kerjasamanya. Karena itu, BPK telah datang ke TU Braunschweig untuk langsung berkomunikasi dengan para mahasiswa untuk melihat perkembangan proyek-proyek mereka. Mahasiswa merupakan akar pembanguan di negara manapun dan karena itu investasi di pendidikan adalah hal yang penting dan perlu didukung.

Dalam presentasinya, Kepala Institute for Semiconductor Technology (IHT), Dr. Andreas Waag menyampaikan bahwa kota Braunschweig merupakan kota dengan investasi di bidang riset tertinggi di Eropa per GDP (menurut data Eurostat 2009) dengan sekitar 27.000 orang yang bekerja di bidang riset dan pengembangan. Dr. Waag juga menjelaskan mengenai dua Clusters of Excellence di TU Braunschweig yaitu "Quantum Frontiers" and "SE2 A" yang diseleksi oleh Excellence Commission pada tanggal 27 September 2018 dari 88 aplikasi dari seluruh Jerman dan akan diberi pendanaan selama tujuh tahun mulai dari 2019. Proyek "SE2A - Sustainable and Energy efficient Aviation" bertujuan mengembangkan teknologi untuk kedirgantaraan/penerbangan yang berkelanjutan dan "Quantum Frontiers" mempelajari batas-batas dapat diukur dengan teknologi quantum dan nano.

 

  • My Indonesia
Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Partisipasi Konjen RI Hamburg pada Evaluation Visit Kemenristekdikti dan BPK di Technische Universität (TU) Braunschweig, 28 November 2018