Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Konjen RI Hadiri Acara Peringatan 100 Tahun Wafatnya Misionaris Kristen di Tanah Batak, Pendeta Ludwig Ingwer Nommensen

Nordstrand02   
Memenuhi undangan Masyarakat Nauli Indonesia-Hamburg (MNI), Konsul Jenderal RI didampingi KF Konsuler telah menghadiri acara peringatan 100 Tahun Wafatnya Misionaris Kristen di Tanah Batak, Pendeta Ludwig Ingwer Nommensen, di Nordstrand-Jerman, 20 Mei 2018.

Kegiatan peringatan didahului acara kebaktian yang dihadiri sekitar 200 jemaah dari warga Jerman setempat dan komunitas Batak dari berbagai kota di Jerman a.l. Berlin, Frankfurt, Munchen, Gottingen, Bremen dan Hamburg.

Konjen RI beserta staf bergabung dengan para undangan lainnya setelah acara kebaktian selesai dan kemudian bersama-sama menyaksikan pentas seni oleh komunitas Batak di halaman Gereja Saint Vincent yang sudah berusia lebih dari 900 tahun.

Dalam sambutannya, Konjen RI pada intinya mengajak semua hadirin untuk melanggengkan tali persaudaraan dan kerjasama Jerman-Indonesia yang ternyata sudah terjalin lama. Bersyukur Indonesia dikaruniai keharmonisan dalam keragaman keimanan. Oleh karena itu, Konjen RI juga merasa bersyukur bahwa meskipun jauh dari kampung halaman, keharmonisan juga terjalin diantara masyarakat Indonesia.        

Acara yang dihadiri Walikota dan pimpinan Gereja setempat berlangsung khidmat dan lancar. Masyarakat Indonesia pun terlihat menikmati dengan rasa bahagia dan damai karena dapat turut merayakan 100 tahun wafatnya Pendeta Nommensen yang merupakan tokoh yang sangat dihormati mengingat peran beliau dalam penyebaran agama Kristen di Sumatera, khususnya di Tanah Batak Tarutung.

Kota Nordstrand, sekitar 150 km dari Hamburg ke arah Denmark, adalah kota kelahiran Pendeta Nommensen yang lahir pada tanggal 6 Februari 1834. Menurut catatan, karena mengindap penyakit asma, Pendeta Nommensen berkeinginan untuk menetap di negara tropis. Pada tahun 1862 (usia 28 tahun), beliau dikirim oleh Rhenish Missionary Society (RMG) menuju Sumatera dan tiba di Padang. Beliau kemudian melanjutkan perjalanan ke Tarutung dan disini beliau berketetapan untuk menyebarkan agama Kristen (Protestan). Tantangan tentunya sangat besar karena pada saat itu, masyarakat setempat umumnya menganut animisme.

Pendeta Nommensen kemudian membangun gereja, sekolah, rumah sakit bahkan perkampungan. Saat beliau meninggal di Sigumpar Toba Samosir tahun 1918 (usia 84 tahun), komunitas Protestan di Batak berjumlah sekitar 180.000. Pada tahun 1930 dibentuk Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan sejak itu komunitas Protestan berkembang pesat hingga jumlahnya mencapai 4,5 juta, terbesar di Asia.    

Sementara WNI yang beragama Kristen Protestan di wilayah kerja KJRI Hamburg diperkirakan berjumlah sekitar 300 orang dengan bagian terbesar bermukim di Hamburg.                      

---oOo--

  • My Indonesia
Anda disini: HOME Administrasi Kegiatan Konjen RI Hadiri Acara Peringatan 100 Tahun Wafatnya Misionaris Kristen di Tanah Batak, Pendeta Ludwig Ingwer Nommensen