Anda disini: HOME Pelabuhan Brake, Pelabuhan Sungai yang Penting di Niedersachsen

Kegiatan KJRI

 IMG_4899   
Manajer Pelabuhan Brake, Heiko Uflacker, menyambut dengan ramah kunjungan Konjen RI Hamburg M. Estella Anwar Bey beserta staf pada tanggal 18 April 2012. Pelabuhan Brake merupakan pelabuhan terbesar kedua di negara bagian Niedersachsen setelah Pelabuhan Bremerhaven. Pelabuhan lainnya di negara bagian tersebut adalah Cuxhaven, Emden, Leer, Nordenham, Oldenburg, Papenburg, Stade dan Wilhemshaven.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan perbandingan ke beberapa pelabuhan di Jerman Utara yang masing-masing memiliki kekhususan sektor tertentu yang ditangani yaitu Pelabuhan Brake terkenal sebagai pelabuhan terbesar yang menangani produk komoditi pertanian dan feedtuffs khususnya dari wilayah Amerika; pelabuhan Bremerhaven memiliki spesifikasi penanganan cargo kendaraan yang diekspor ke wilayah Amerika; sedangkan pelabuhan Hamburg yang merupakan pelabuhan terbesar ke-2 di Eropa menangani berbagai cargo dari berbagai wilayah di dunia dengan persentase terbesar berasal dari Asia.

“Peninjauan ke pelabuhan-pelabuhan di Jerman tersebut perlu dilakukan mengingat sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari perairan dan seharusnya dapat mengembangkan lebih banyak pelabuhan yang terstruktur untuk mendorong perekonomian daerah dan nasional“, ujar Konjen RI Hamburg.

Pelabuhan Brake yang telah berusia 225 tahun ini memiliki beberapa sektor cargo handling menurut jenis komoditi ekspor-impor seperti biji-bijian (grain), pulp (bahan kertas), logam, sulfur dan minyak. Pelabuhan Brake yang terletak diantara Bremen dan Bremenhaven merupakan salah satu pelabuhan terpenting di Eropa, terutama untuk komoditi biji-bijian dan bahan pangan dengan cargo rata-rata sebesar 20.000 ton per hari.

Pelabuhan ini juga merupakan pintu masuk utama bagi impor kertas dari negara Skandinavia untuk pasar Jerman dan sekitarnya. Dalam hal penyimpanan, pelabuhan ini mempunyai kapasitas sebesar 360.000 ton untuk biji-bijian, 165.000 m2 untuk general cargo, dan 15.000 ton untuk cargo cair (liquid cargo).

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pelabuhan, pihak pelabuhan Brake tengah melakukan ekspansi wilayah seluas 40 hektar yang dapat disewa oleh pihak luar untuk kepentingan perdagangan yang berhubungan dengan pelabuhan.

Dalam kunjungan tersebut, Konjen RI Hamburg berkesempatan meninjau sebuah perusahaan pengolahan (refinery processing) minyak kelapa sawit terbesar di Eropa yaitu Wilmar Edible Oils GmbH yang berada di wilayah pelabuhan Brake. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1912 tersebut 90% kegiatannya difokuskan pada pengolahan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit yang diolah tersebut sebagian besar berasal dari Indonesia dan Malaysia, dan sebagian dari Argentina dan Brazil. Dalam skala kecil, perusahaan tersebut juga melakukan pengolahan untuk coconut oil dan sunflower oil.

Konjen RI Hamburg juga berkesempatan meninjau secara langsung mesin-mesin dan kegiatan produksi pengolahan minyak kelapa sawit di perusahaan tersebut yang  sebagian besar menggunakan teknologi industri dari Singapura dan Malaysia.

Perusahaan asal Jerman yang berkantor pusat di Rotterdam ini juga memiliki anak perusahaan di wilayah Gresik, yang melakukan pengolahan berbagai jenis produk minyak pertanian. Disampaikan oleh pihak Wilmar bahwa kebutuhan terhadap minyak kelapa sawit sangat besar mengingat komoditi tersebut banyak digunakan untuk berbagai jenis produk, baik makanan maupun kecantikan, namun persyaratan Eropa mengenai faktor sustainability produk pertanian tetap perlu diupayakan oleh negara-negara suplier, selain faktor kualitas dan harga yang sesuai.

 

  • My Indonesia
  • My Indonesia
  • My Indonesia
  • My Indonesia
Anda disini: HOME Pelabuhan Brake, Pelabuhan Sungai yang Penting di Niedersachsen