Pada tanggal 12 Desember 2011, Konjen RI Hamburg M. Estella Anwar Bey didampingi oleh PF Kosuler dan PF Pensosbud telah melakukan kunjungan kerja ke Werpeloh, Niedersachsen. Selain untuk meninjau Rumah Batak (Batakhaus), kunjungan juga dimaksudkan untuk menjajaki kerjasama dengan pemerintah setempat. Dalam kunjungan tersebut, Konjen RI diterima oleh Bernhard Schmitz (Ketua Batakhaus) dan tiga pejabat setempat, yaitu : Hans Geerswilken (Walikota Werpeloh), Hans Nowak (Wakil Walikota Sögel), dan Wilfried Lübs (Wakil Kepala Distrik Emsland).
Sebelum mengunjungi Rumah Batak, terlebih dahulu diadakan pertemuan bertempat di ”Heimathaus”. Pada pertemuan tersebut Walikota Werpeloh menyampaikan bahwa masyarakat Werpeloh dan sekitarnya sangat tertarik untuk mengembangkan hubungan yang lebih erat dengan Indonesia yang telah dikenal karena memilki ikatan sejarah dan budaya yang cukup lama dengan Werperloh. Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Kepala Distrik Emsland yang menyatakan tidak hanya masyarakat Werpeloh, namun masyarakat di wilayah Emsland juga sangat tertarik akan hal tersebut, bahkan para pejabat dan pengusaha di wilayah Emsland sangat berminat untuk memiliki hubungan dagang dengan Indonesia.
Dalam sambutan balasannya, Konjen RI menyampaikan apresiasi kepada pengurus Batakhaus serta pihak-pihak terkait dan masyarakat di Werpeloh yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia. “Rumah Batak di Werpeloh merupakan jembatan antara budaya Indonesia dan Jerman. Saya berharap pada masa depan kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat ditingkatkan, tidak hanya di bidang sosial budaya, namun juga di bidang ekonomi,” demikian ujar Konjen RI.
Pada pertemuan yang berlangsung dalam susana akrab ini disepakati beberapa kegiatan bersama yang akan dilaksanakan pada tahun 2012, antara lain penyelenggaraan “Indonesische Kulturfest“ di sekitar lokasi cagar budaya Rumah Batak pada Juni/September 2012, dan penyelenggaraan Business Meeting di Emsland pada April/Mei 2012.
Usai pertemuan, Konjen RI beserta staf melakukan peninjauan ke Rumah Batak dan melihat koleksi benda-benda budaya yang berada di dalamnya. Rumah Batak dibangun pada tahun 1978 atas inisiatif Pastor Matthaus Bergmann, seorang pendeta warga Jerman, yang memiliki hubungan erat dengan Tanah Batak melalui saudaranya yang ditugaskan di Sibolga sebagai misionaris penyebar Injil.
Atas dasar kecintaannya terhadap Tanah Batak, Pastor Bergman kemudian mencetuskan ide untuk membangun sebuah rumah batak di tanah kelahirannya Werpeloh. Ide tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat yang secara bergotong-royong mendirikan bangunan yang kemudian dikenal dengan”Batakhaus”. Bangunan yang secara keseluruhan terbuat dari kayu tersebut hingga kini berdiri kokoh dan digunakan sebagai museum yang berisikan berbagai benda budaya yang berasal dari Tanah Batak serta beberapa daerah lainnya di Indonesia. Keberadaan Rumah Batak ini terus dipertahankan dan dipelihara oleh masyarakat setempat, serta dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata di Werpeloh (ady)


















