KJRI Hamburg

KJRI Hamburg

Anda berada disini  : HOME Berita Kegiatan KJRI Malam Budaya Indonesia di Rotenburg
AutoCAD 2011 software

Malam Budaya Indonesia di Rotenburg

E-mail Cetak PDF

 IMG_0242
Pada tanggal 24 September 2011, KJRI Hamburg bekerjasama dengan Volkshochschule Rotenburg telah menyelenggarakan malam budaya Indonesia, "Groser Indonesicher Kulturabend" dengan tema Bhinneka Tunggal Ika.  Pelaksanaan malam budaya dilaksanakan di Aula Gedung Theodor Heuss Schule serta dihadiri oleh walikota Rotenburg beserta jajarannya, pengusaha, akademisi, dan sekitar 150 masyarakat setempat.

Acara dikemas dalam waktu 3 jam dan dibagi menjadi dua sesi penampilan budaya.  Pada saat kedatangan, para undangan disambut dengan alunan suara gamelan Jawa yang dimainkan oleh grup Margibudoyo binaan KJRI.  Harmonisnya irama gamelan yang merdu dan syahdu seakan membawa para undangan ke nuansa alam Indonesia yang sesungguhnya.

Sebelum acara resmi dibuka, terlebih dahulu ditayangkan ”The Sun”, sebuah film dokumenter berisi informasi visual mengenai berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia beserta kekayaan dan pemandangan alamnya yang sangat indah.

Acara dimulai dengan pemukulan gong dan sambutan dari pihak penyelenggara.  Dalam kata sambutannya, Direktur Volkshochschule – Rotenburg, Mr. Michael Burgwald menyampaikan informasi singkat mengenai Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia terdiri dari 17.000 pulau dengan keanekaragaman budaya yang tinggi. Melalui acara malam budaya ini diharapkan masyarakat Rotenburg dapat lebih mengenal budaya Indonesia, dan menikmati penampilan kesenian tradisional dan kuliner khas Indonesia.

Walikota Rotenburg Mr. Detlef Eichinger dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama KJRI Hamburg dan Volkshochschule – Rotenburg dalam menyelenggarakan acara pentas budaya ini.  Secara khusus, Walikota Rotenburg mengucapkan terima kasih kepada Konjen RI – Hamburg yang baru tiba dari Indonesia dan langsung menuju Rotenburg untuk menghadiri acara ini. Dikatakan bahwa masyarakat Rotenburg sangat tertarik untuk mengenal budaya negara lain, dan acara ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mereka untuk menyaksikan keanekaragaman budaya Indonesia yang terkenal indah.

Konsul Jenderal RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey dalam sambutan balasannya menyampaikan bahwa kegiatan pentas seni budaya Indonesia ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di Rotenburg. Pada April 2010, KJRI juga telah menggelar acara serupa dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Rottenburg. Namun berbeda dengan sebelumnya, pada acara kali ini selain musik Angklung, KJRI juga menampilkan seni gamelan jawa, yaitu salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni sangat tinggi dan sarat dengan falsafah hidup, serta 8 jenis tarian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Konjen RI berharap melalui acara “Indonesischen Kulturabend” ini, pengetahuan masyarakat Rotenburg tentang seni budaya Indonesia dapat semakin bertambah.

Penampilan budaya sesi pertama, dibuka dengan Tari Jaipong Bajidor Kahot dari Jawa Barat diikuti Tari Pemburu Kijang dari jawa tengah, Tari Yapong dari Betawi dan Tari Topeng Kelana Priangan yang dibawakan secara lincah dan enerjik oleh para penari dari Indah Warna Dansgroep, Sanggar Tari Margi Budoyo dan beberapa pelajar Indonesia.

Sesi pertama ditutup dengan penampilan Angklung Hamburg Orchestra (AHO) yang secara apik membawakan lagu-lagu daerah dan internasional, antara lain Besame Mucho, Kopi Dangdut, dan Sound of Music yang mendapat sambutan sangat meriah dari para penonton.  Selanjutnya, suara merdu musik gamelan kembali mengalun mengiringi para tamu menuju ruang makan untuk menikmati sajian kuliner Indonesia.

90 menit kemudian terdengar bunyi gong yang menandakan dimulainya penampilan budaya sesi kedua. Para undangan dengan antusias kembali bergegas memasuki ruang pertunjukan untuk menyaksikan berbagai tarian dari Jawa, Bali dan Papua, yaitu Tari Cendrawasih, Tari Sajojo, Tari Merak, dan Tari Jejer-Joran Dawuk. Acara diakhiri dengan penampilan musik angklung dengan lagu Pileuleuyan, Kicir-kicir, dan  Sound Track : Mission Impossible.

Pelaksanaan malam budaya Indonesia ini mendapat apresiasi dan sambutan yang sangat meriah. Penampilan musik angklung menjadi favorit dan paling dinantikan para penonton.  Riuh tepuk tangan langsung bergemuruh pada saat setiap lagu selesai dimainkan, bahkan ketika lagu pamungkas Mission Impossible berakhir, para penonton seolah tidak mau menghentikan tepukannya dan meminta agar para pemain mengulangi beberapa lagu yang telah dimainkan.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, dua lagu internasional yaitu Besame Mucho dan Mission Impossible kembali dimainkan, dan acara diakhiri dengan permainan angklung secara interaktif yang melibatkan sejumlah penonton dengan membawakan lagu Jerman berjudul Dark Eyes. (and)


Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 22 Mei 2012 22:47 )  

Anda berada disini  : HOME Berita Kegiatan KJRI Malam Budaya Indonesia di Rotenburg