Suara merdu alunan musik gamelan yang dibawakan oleh “Margi Budoyo” -- kelompok seni binaan KJRI Hamburg – telah memukau lebih dari 110 pengunjung yang memadati Aula KJRI. Para pengunjung yang sebagian besar terdiri dari masyarakat peminat seni, utamanya, praktisi, pengajar dan pelajar dari berbagai sekolah musik di Hamburg, mengikuti dengan seksama seluruh rentetan acara yang diselenggarakan pada tanggal 15 September 2011.
Acara yang dikemas selama hampir 2 jam tersebut diawali dengan pemaparan singkat tentang Indonesia dan penjelasan mengenai instrumen gamelan yang tersusun rapi di ruang pertunjukan. Kemudian disusul dengan pemutaran film berjudul ”Javanese Gamelan” yang bercerita tentang seluk beluk seni gamelan, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni sangat tinggi dan sarat dengan falsafah hidup.
Pertunjukan gamelan secara langsung (live show) yang merupakan inti dari acara ini dibawakan oleh 15 pemain terdiri dari gabungan warga Indonesia dan Jerman. Guna lebih menyemarakan pertunjukan, ditampilkan pula ”Tari Gambyong” yang dibawakan secara indah dan elegan oleh 3 remaja dari Indonesia dan Jerman. Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan berasal dari Surakarta yang memiliki ciri khas, yaitu sebelum tarian dimulai dibuka dengan gendhing Pangkur. Tarian tersebut terlihat sangat elok karena para penari mampu menyelaraskan geraknya sesuai dengan irama kendang.
Setelah pertunjukan, para undangan diberi kesempatan untuk mencoba instrumen gamelan dengan membawakan sebuah lagu sederhana berjudul ”Ladrang Slamet” di bawah panduan Sdr. Maharsi, pelatih gamelan KJRI Hamburg. Acara diakhiri makan malam dengan sajian masakan khas Indonesia dan jajanan pasar yang juga sangat diminati pengunjung.
Pertunjukan seni musik gamelan ini merupakan salah satu bagian dari program “Indonesiens Kultur Kennenlernen (Pengenalan Budaya Indonesia)” yang diselenggarakan oleh KJRI Hamburg sepanjang tahun 2011. Selain seni gamelan, kegiatan seni tradisional lainnya yang diperkenalkan dalam program tahunan ini adalah wayang kulit, angklung, dan batik.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat mengenai Indonesia, khususnya keanekaragaman budaya tradisional tanah air yang diharapkan dapat bermuara pada peningkatan citra dan sektor pariwisata Indonesia.(And)


















