Malam dana tersebut diselenggarakan atas kerjasama KJRI Hamburg dengan Mr. Christian Krumpeter, pemilik hotel Gutenberger dan Ketua Yayasan Patenschaft für Waisenkinder in Aceh merupakan kerjasama yang telah terjalin sejak awal tahun 2008. Acara diisi dengan penampilan gamelan dan tari-tarian daerah Indonesia serta penampilan piano telah memukau sekitar 100 undangan, termasuk Mr. Lienhard Böhning, Wakil Walikota Lubeck, pejabat pemerintah, para pengusaha dan tokoh masyarakat setempat.
Penampilan Tari Klono Topeng dan Tari Jaipongan dengan gerakan dinamis dan atraktif dibawakan oleh para penari dari kelompok seni Margi Budoyo KJRI Hamburg memikat para undangan yang antusias menyaksikan penampilan tersebut. Selanjutnya pianist Alfred Young Sugiri seorang anggota PPI kota Lubeck, melalui dentingan pianonya telah membawakan lagu-lagu karya komponis Indonesia sehingga acara semakin lengkap.
Dalam sambutan pembukaannya, Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Christian Krumpeter, atas penyelenggaraan malam dana dan promosi seni budaya Indonesia dimana hasilnya akan disumbangkan kepada masyarakat kurang mampu di pulau Nias. Disampaikan pula bahwa penyelenggaraan malam dana ini merupakan kegiatan mulia dengan tujuan untuk membantu anak-anak kurang mampu di Indonesia, khususnya di pulau Nias. Selain itu, Konjen juga menyampaikan terimakasih atas kehadirin para dermawan yang membuktikan bahwa kepedulian masyarakat Jerman terhadap Indonesia sangat besar, khususnya di bidang kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, suster Ingeborg menuturkan pengalamannya dalam membantu anak-anak kurang mampu di pedesaan pulau Nias. Ia menghimbau para dermawan untuk dapat meningkatkan bantuannya agar anak-anak di kawasan tersebut dapat menikmati pendidikan yang layak, mendapat pelayanan kesehatan yang memadai serta meningkatkan kualitas hidupnya.
Selain penampilan kesenian, Gala dinner juga diisi dengan acara lelang berbagai koleksi pribadi milik Christian Krumpeter. Hasil dari lelang dan penjualan tiket acara tersebut terkumpul sekitar € 10.000 akan disumbangkan seluruhnya untuk membantu anak-anak kurang mampu di pulau Nias. Untuk keperluan tersebut ‘Yayasan Patenschaf für Weisend Kinder in Aceh‘ aktiv melakukan kegiatannya sejak 4 tahun yang lalu dengan menyumbang dana sebesar USD 4000 setiap bulannya ke pulau Nias. Dana tersebut digunakan terutama untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan yang dilakukan oleh biarawati warganegara Jerman yang bertugas di pulau Nias dan sekitarnya. (Sumber: KJRI Hamburg)

















