Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 penonton yang terdiri dari pejabat pemerintah, para pengusaha, pelajar dan mahasiswa serta tokoh masyarakat setempat disambut dengan sangat antusias. Para hadirin sangat menikmati pertunjukan penampilan musik Angklung yang dibawakan oleh para pelajar dan mahasiswa Indonesia di Hamburg yang tergabung dalam Kelompok “Hamburg Angklung Orchestra”.
Sebagai acara pembuka ditampilkan tari Merak yang dibawakan oleh dua orang pelajar putri. Keluwesan mereka menari serta pakaian yang dikenakan sangat menarik perhatian penonton.
Selanjutnya dentingan piano mengalunkan instrumental lagu Rayuan Pulau Kelapa membuat suasana syahdu melengkapi pemandangan alam Indonesia yang ditayangkan melalui layar lebar diatas panggung. Disusul dengan permainan angklung dari 35 orang pelajar dan mahasiswa Indonesia mulai lagu-lagu daerah dan Indonesia yang apik dan merdu seperti Manuk Dadali, Kicir-kicir, Jali-jali dan Pileuleuyan.
Acara dibagi dalam dua sessi, usai rehat selama 15 menit acara dilanjutkan dengan menampilkan Rampak Kendang yang dibawakan dengan kompak dan dan gerakan-gerakan kocak yang berhasil memancing gelak tawa penonton. Acara konser dilanjutkan dengan permainan angklung melalui lagu: Besame Mucho, Moliende Cafe (Kopi dangdut), Song of Do Re Mi, New York New York, Mission Impossible dan diakhiri dengan We are the Champion. Para penonton sangat terpesona atas keterampilan dan kekompakan para pemain memainkan alat musik yang terbuat dari bambu dan diselingi bunyi kendang yang diklolaborasikan dengan drum dan organ membuat suasana menjadi meriah.
Selain menonton pertunjukan seni budaya Indonesia, para pengunjung juga menikmati makanan kecil khas Indonesia seperti tahu isi, risoles, kue lumpur dan wingko babat serta minuman bandrek dan teh serta barang-barang kerajinan tangan Indonesia yang merupakan sumbangan dari warga Indonesia yang berada di Hamburg dan sekitarnya. Hasil penjualan tersebut nantinya akan disumbangkan pula untuk korban gempa di Sumbar melalui yayasan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
Dalam sambutan pembukaan acara tersebut, Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan a.l. meyampaikan terimakasih atas kerjasama yang baik sehingga acara ini dapat terlaksana. Selanjutnya disampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Jerman yang mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap Indonesia khususnya dalam membantu korban bencana alam di Sumatera Barat. Pada malam dana tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar € 3400.- (Tiga ribu empat ratus Euro.
Acara dengan komposisi kesenian dan ragam kuliner Indonesia ini dinilai warga setempat merupakan pertunjukan yang mengesankan dan telah membuat penonton puas serta terkesan atas keindahan dan keunikan seni budaya Indonesia. Ini terbukti pada akhir pertunjukan para penonton memberikan Standing Ovation yang meriah.
Hamburg, 27 November 2009
Sumber : KJRI Hamburg

















