“Indonesian Night” terelenggara dengan tujuan memperkenalkan budaya Indonesia serta promosi pariwisata sekaligus pengumpulan dana untuk program operasi bibir sumbing di Indonesia. Para penonton yang terdiri dari pejabat pemerintah, para pengusaha dan tokoh masyarakat setempat sangat menikmati suguhan pertunjukan yang diawali dengan penampilan tarian Joko Tarub yang digali atas kreatifitas seni grup Margi Budoyo.
Penampilan kedua yaitu tari Klono Topeng dari Jawa Tenggah. Tarian tersebut menarik perhatian penonton karena gerakan, penjiwaan dan pakaian para penari yang warna warni dan gemerlapan membuat kagum para hadirin yang antusias menyaksikan penampilan seni budaya Indonesia.
Pada sajian selanjutnya ditampilkan tarian Indang Badinding yang merupakan salah satu tarian adat masyarakat Minangkabau. Tari kreasi yang dibina oleh Gusdi Sastra, dosen bahasa Indonesia di Universitas Hamburg, dimainkan oleh para mahasiswa Indonesia di Hamburg. Tampilan yang berdurasi kurang lebih 10 menit tersebut mengundang decak kagum dan sambutan hangat dari para hadirin. Tarian tersebut dilanjutkan dengan tarian lain dari daerah Minangkabau, yaitu tari Rantak.
Diakhir acara ditampilkan lagu-lagu yang didendangkan oleh Masyarakat Nauli Indonesia (MNI) dengan merdu meliputi lagu-lagu daerah Batak seperti Lagu "Sigu Lempong", "Sitogol" dan "Situmorang". Irama lagu yang gembira menarik pengunjung untuk ikut berjoget dan berdendang mengikuti alunan gendang dan suling. Penyuguhan lagu Batak pada akhirnya diikuti oleh para penari lainnya yang membuat suasana semakin meriah sehingga penonton sangat antusias untuk menyaksikan dan mengetahui lebih jauh tentang seni dan budaya Indonesia tersebut.
Konsul Jenderal RI di Hamburg dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Koordinator Fungsi Pensosbud Yayat Sugiatna menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama DIG Schleswig-Holstein serta Friends of Indonesia yang hadir sehingga acara promosi seni budaya dan pariwisata Indonesia sekaligus pengumpulan dana untuk membantu operasi bibir sumbing bagi anak-anak kurang mampu di Indonesia dapat terselenggara dengan baik. Selanjutnya Konjen RI Hamburg mengajak masyarakat Jerman mengisi liburannya untuk berkunjung ke berbagai daerah diIndonesia.
Ketua DIG Schleswig-Holstein Ernst Krüger menyampaikan kegembiraannya bahwa acara ini berjalan dengan sukses dan mengharapkan melalui pagelaran budaya ini akan membangun daya tarik masyarakat Jerman terhadap budaya Indonesia yang pada gilirannya berkunjung ke Indonesia. Krüger juga menjanji bahwa semua keseluruhan dana yang dikumpulkan pada malam dana tersebut akan disampaikan akan di pergunakan untuk operasi bibir sumbing bagi anak-anak yang kurang mampu di Indonesia.
Untuk memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat Jerman yang hadir pada acara tersebut, KJRI Hamburg membagi bahan-bahan informasi dalam bentuk brosur-brosur, buletin KJRI triwulan „Indonesien Magazin“ dalam bahasa Jerman serta leaflet. (Sumber : KJRI Hamburg)












