"Baralek Gadang" – prosesi pernikahan Minangkabau antara suku Tanjung dan Caniago mendapat sambutan yang meriah dari penonton “Festival der Kulturen 2009“ ( Festival Budaya Hamburg), tanggal 12 September 2009. Penampilan tersebut dikemas selama 50 menit penyajian yang didahului dengan upacara Maresek dan dilanjutkan dengan Maminang dan Bertukar Tanda, dimana Keluarga calon mempelai wanita mendatangi keluarga calon mempelai pria untuk meminang. Bila tunangan diterima, berlanjut dengan bertukar tanda sebagai simbol pengikat perjanjian dan tidak dapat diputuskan secara sepihak.
Selanjutnya penonton menyaksikan tahap berikutnya seperti bersanding, tradisi seusai akad nikah dan hiburan tari Indang dan tari Piring hingga arak-arakan dengan talam sarat makanan. Selama prosesi pembawa acara menjelaskan tentang tatacara yang dilakukan serta pernikahan secara agama Islam kepada pengunjung. Penonton dilibatkan sebagai kerabat pengantin dan tamu pada pesta pernikahan tersebut.
Diakhir prosesi penonton disuguhkan dengan makanan tradisional yang disajikan dengan indah dalam talam yang dihiasi dengan dedaunan kepada penonton diiringi dengan alunan pepatah Minang: baralah tinggi terbangnya bangau, namun melayok ka inggok juo...baralah banyak budayo datong, budayo Minang dipakai juo.
Penampilan Indonesia pada Festival Budaya Hamburg ke 7 disambut dengan tepuk tangan meriah dan antusias. Para penonton sangat terkesan oleh indahnya pakaian tradisional Minangkabau yang warna-warni, alunan khas musik tradisional serta gerakan yang mempesona dari tari-tarian tersebut. Prosesi pernikahan Minangkabau ini merupakan satu acara tersendiri yang unik pada festival budaya di Universitas Hamburg, sehingga menarik perhatian para pengunjung yang memenuhi halaman di depan panggung.
“Festival der Kulturen” di kota Hamburg, tanggal 11-13 September 2009 bertujuan untuk meningkatkan toleransi kehidupan beragama dan budaya antar komunitas di Hamburg. Sejak awal kegitan festival dilaksanakan, yaitu pada tahun 2002, kelompok seniman Indonesia di Hamburg berpartisipasi dalam kegiatan festival ini. “Festival der Kulturen 2009“ diikuti oleh 80 negara dan diselenggarakan di areal kampus Universitas Hamburg yang berada di pusat kota Hamburg.
Festival budaya tersebut diisi dengan empat panggung, bazaar serta parade kebudayaan internasional. Bazaar diikuti oleh 200 stan makanan. minuman dan kerajinan tangan di areal kampus Universitas Hamburg. Di situ para pengunjung disajikankan keanekaragaam selera dan budaya dari Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Sambil menikmati kelapa muda dan melihat-lihat suvenir seperti sarong dan kerajinan tangan lainnya, ribuan pengunjung menyaksikan penampilan di panggung-panggung acara selama tiga hari festival tersebut berlangsung. Indonesia tampil dalam acara „Festival der Kulturen“ Hamburg 2009 sebuah acara yang unik dan pertama kali diadakan di Jerman, yaitu prosesi pernikahan Minangkabau.
Selama tujuh tahun, Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan festival budaya ini. KJRI Hamburg bekerjasama dengan sanggar budaya IKAT-Agentur serta seniman dan pencinta seni budaya Indonesia di Hamburg dan sekitarnya pada setiap kegiatan dimaksud menyajikan tradisi budaya Indonesia yang berbeda. Hal tersebut untuk memperkenalkan keanekaragaman seni budaya Indonesia, beragam tari-tarian dan musik daerah serta kekhasan makanan tradisional masing-masing daerah di Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia telah menyajikan permainan musik angklung, reog ponorogo dan beberapa tari-tarian daerah, pada tahun ini meskipun kegiatan jatuh pada pertengahan bulan Ramadhan, kelompok seniman Indonesia dengan bangga menyajikan prosesi pernikahan adat Minangkabau, Sumatera dipanggung ´“Tanzdiele“, yang di bawah asuhan Dr. Gusdi Sastra, dosen bahasa Indonesia di Universitas Hamburg.
Penampilan Indonesia dalam Festival Budaya Hamburg ini merupakan promosi seni budaya dan pariwisata yang efektif terutama bagi kalangan mahasiswa dan masyarakat setempat guna meningkatkan pengetahuan tentang keanekaragaman budaya Indonesia.












