Film Laskar Pelangi yang mengawali Festival Film Indoneisa (FFI) di Hamburg mendapat banyak pujian dari penonton. Pembukaan Festival Film Indonesia : Focus on Riri Riza di Hamburg pada tanggal 8 Juni 2009 jam 18.30 diawali dengan resepsi yang dihadiri oleh para undangan yang terdiri dari corps consular, pejabat setempat, Pengusaha relasi KJRI Hamburg, anggota Perhimpunan Indonesia- Jerman, media setempat dan masyarakat setempat.. Sekitar 250 penonton yang memenuhi gedung bioskop Abaton Hamburg sangat puas atas pemutaran film perdana FFI tersebut.
Konjen India, Dr. Vinod. Kumar dalam komentarnya menyatakan bahwa film Laskar Pelangi sangat menyentuh hati dan memberikan pelajaran yang baik bagi generasi muda. Kisah nyata yang difilmkan tersebut memberikan motivasi yang bagus bagi generasi muda agar tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
Sementara itu, anggota Perhimpunan Indonesia-Jerman (DIG), Paul Jurgen yang pernah tinggal di Indonesia sebagai guru di sekolah Jerman di Indonesia, menyatakan bahwa banyak rakyat Indonesia yang kurang mampu tetapi memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan kemudian sukses menjadi orang penting di Indonesia. Sutradara Riri Riza, sangat pintar dalam menuturkan kisah nyata kedalam film dengan menampilkan karakter para pemain serta panorama alam yang indah.
Demikian juga komentar Ketua DIG, Karen Stadtlander kagum atas film karya Riri Riza tersebut. Film tersebut memberi pesan-pesan pendidikan dan mengajarkan bahwa cita-cita harus diperjuangkan. Selain itu, film tersebut juga sangat bagus dalam menggambarkan keindahan alam pulau belitung.
Acara diawali dengan tari Bali, Puspa Wresti yang dibawakan oleh Ika Waskito dan pemutaran film promosi Visit Indonesia Year 2009, produksi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI. Kemudian dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI, Teuku Darmawan. Dalam sambutannya tersebut Teuku Darmawan, a.l. mengharapkan agar perfilman Indonesia dapat lebih dikenal di Eropa. Festival Film Indonesia di Hamburg sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang budaya dan perfilman Indonesia di Jerman Utara. Untuk mengenal Indonesia lebih dalam, Konjen juga mengajak para penonton untuk berkunjung ke Indonesia agar dapat menikmati berbagai ragam seni budaya dan keindahan alam serta keramahtamahan masyarakat Indonesia dari dekat.
Direktur Bioskop Abaton, Mathias Elwart menyambut baik kerjasama dengan KJRI Hamburg dan merasa mendapat kehormatan atas dipilihnya Bioskop Abaton sebagai tempat FFI di Hamburg. Bioskop Abaton letaknya sangat strategis di samping Universitas Hamburg dan terletak di pusat kota Hamburg
Pemilihan tempat untuk penyelenggaraan Festival Film Indonesia selama 3 hari di Abaton Kino sangatlah tepat, karena bioskop tersebut dikenal memiliki jumlah peminat tinggi terhadap film-film internasional, sehingga diharapkan akan menarik perhatian yang cukup besar terhadap perfilman dan budaya Indonesia. Untuk lebih menarik minat para penonton maka sebagian area bioskop dilengkapi dengan dekorasi khas Indonesia seperti umbul-umbul, payung-payung dan poster, serta hidangan makanan kecil khusus pada saat pembukaan acara.
FFI tersebut yang diselenggarakan tanggal 8-10 Juni 2009, terlaksana berkat kerjasama Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hamburg dengan KBRI Praha serta Miles Films dan Sabila Center for Competiveness. Sebelum di Hamburg, masyarakat di berbagai kota lain di Eropa telah menyaksikan Festival Film Indonesia tersebut, yaitu di Praha, Vienna, Ljubljana dan Beograd.
Film-film yang ditampilkan di kota Hamburg adalah film karya sutradara Riri Riza, yaitu Laskar Pelangi, Gie dan Eliana, Eliana. Riri Riza terkenal atas ide-idenya yang memaksimalkan aliran-aliran dalam bidang perfilman, sehingga karya-karyanya sangat laris.
Promosi untuk acara tersebut sudah dimulai sejak beberapa minggu sebelum acara dimulai yaitu melalui berbagai pemasangan poster-poster di tempat-tempat strategis, seperti di depan bioskop Abaton, di universitas-universitas di Hamburg, Kiel, Bremen, dan di berbagai gedung sekolah serta di Internet. Selain itu juga, Majalah “Szene Hamburg“ dalam edisi bulan Juni memuat artikel FFI dengan berjudul „Junge Träumer“ (pemimpi muda). Sedangkan harian terbesar kedua di Hamburg “Morgen Post” tanggal 5 Juni 2009, memberitakan FFI di Hamburg dengan artikel dan gambar sebesar ¾ halaman. Demikian pula harian terbesar di Hamburg, “Hamburger Abendblat” tanggal 8 Juni 2009 mempromosikan acara FFI tersebut melalui artikel dan foto cuplikan Laskar Pelangi.
Festifal Film Indonesia terakhir diselenggarakan di Hamburg sekitar 7 tahun yang lalu, sehingga FFI kali ini i merupakan penyambung promosi bagi dunia perfilman Indonesia di luar negeri dan sangat dinantikan oleh penggemar film-film Indonesia di Hamburg dan sekitarnya.
Rasanya kita layak bangga dengan hasil karya Riri Riza yang disuguhkan kepada khalayak Jerman, karena hasil kerja kerasnya yang sukses baik di











