Kelompok Paduan Suara Exaudia HKBP Menteng, Jakarta, yang dipimpin oleh Gordon Tambunan dan beranggotakan 29 orang mengadakan konser paduan suara di kota Bremen mewakili Indonesia pada perayaan rohani Deutscher Evangelischer Kirchentag ke-32 yang diselenggarakan di Bremen dari tanggal 20 hingga 24 Mei 2009.
Selama berlangsungnya perayaan tersebut, paduan suara Exaudia HKBP mengadakan tiga konser dengan menampilkan lagu-lagu dan nyanyian kerohanian dan lagu daerah, khususnya Tanah Batak seperti lagu Mandok Muliate, O Tano Batak, Tano Karo Simalem dan lainnya, termasuk pagelaran di sepanjang jalan raya di sekitar tempat penyelenggaraan perayaan rohani yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat.
Konsul Jenderal RI Hamburg Teuku Darmawan memfasilitasi bantuan dan memberikan dukungan sebagai usaha mensukseskan misi kesenian Indonesia disamping mempromosi kebudayaan Indonesia di masyarakat Jerman. Dalam acara tatap muka dengan kelompok paduan suara di Bremen, Konsul Jenderal RI Hamburg menyatakan akan mendukung setiap kehadiran kelompok kesenian Indonesia karena sesuai dengan misi KJRI untuk mempromosi kebudayaan Indonesia di wilayah kerja, namun mengharapkan konfirmasi bagi yang akan mengadakan lawatannya ke Jerman Utara.
Dukungan dan kerjasama HKBP dalam bidang kebudayaan sangat diharapkan khususnya untuk memperkuat jalinan hubungan dan kerjasama yang telah dilaksanakan oleh KJRI Hamburg dengan Nordstrand, kota kelahiran Nomensen dan dan kota Wepperloh di mana terdapat rumah adat Batak. Dengan kota Wepperloh telah direncanakan penyelenggaraan acara pentas budaya pada awal Agustus 2009 mendatang. Kerjasama diharapkan bukan saja mencakup bidang kebudayaan, tetapi dapat ditingkatkan juga pada bidang pariwisata dan pendidikan di masa mendatang.
Perayaan kerohanian 2009 dengan tema „Mortal, where are you“ dihadiri oleh 100.000 peserta dari berbagai negara antara lain Jerman, Indonesia, India dan Korea, negara-negara Uni Eropa dan Afrika dan inti pokoknya dikaitkan dengan masalah „perubahan musim“ (climate change) yang menjadi tantangan besar menjelang abad ke-21 dan seruan terhadap kerjasama mengatasi permasalahan tersebut melalui pembentukan proyek kerjasama pelestarian.
Presiden Jerman Horst Köhler dalam sambutannya menyerukan perlu adanya solidaritas bersama dan kesadaran akan tanggungjawab untuk mengatasi kesulitan dalam masa krisis ini dan bangun untuk mempelajari kesalahan yang telah terjadi, di samping sadar akan tanggungjawab terhadap pelestarian perubahan musim.
Dalam berbagai acara selama berlangsungnya perayaan kerohanian 2009 telah diadakan pengumpulan dana amal untuk anak-anak di Ghana dan Kolumbia. Perayaan kerohanian diadakan sekali dalam dua tahun dan untuk perayaan tahun 2011 menurut rencana akan diselenggarakan di kota Dresden.
Sumber: KJRI Hamburg











