Penyelenggaraan business meeting yang dihadiri sekitar 30 pengusaha Jerman bertujuan untuk menyebarkan informasi mengenai perkembangan situasi perdagangan dan investasi di Indonesia yang relatif baik walaupun pada masa krisis ekonomi global sehingga ada suatu pandangan ke depan dari para pengusaha Jerman bahwa Indonesia merupakan lokasi dan tujuan bisnis yang menarik.
Konsul Jenderal RI Teuku Darmawan menjelaskan bahwa situasi politik dan jaminan keamanan yang kondusif menjadikan Indonesia menarik bagi perdagangan dan investasi. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi 4,5% pada triwulan pertama 2009 sehingga Indonesia menempati urutan ke-3 setelah China dan India dan relatif lebih baik dari negara-negara ASEAN lainnya. Indonesia dengan posisi penting di Asia Tenggara dan ASEAN telah menjadi anggota G20 mewakili negara-negara berkembang.
Martin Krummeck sependapat dengan situasi politik dan jaminan keamanan di Indonesia yang terlihat dari proses Pemilihan Calon Legislatif yang berjalan lancar. Ditekankannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat pesat, bisnis usaha dan daya serap berada di kawasan ASEAN. Namun Jerman menempati urutan ke-7 dengan 22 proyek senilai 198,4 juta US$ dalam investasi 2008, padahal jumlah kumulatif investasi 2008 mencapai 10,72 milyar US$.
Siegbert Raabe menilai bahwa orientasi pengusaha Jerman ke kawasan Asia Pasifik relatif kecil mengingat ekspor Jerman akhir-akhir ini tidak melebihi 9,8% dari jumlah perdagangan luar negerinya. Dalam tahun 90-an Jerman merupakan mitra dagang utama Indonesia, tetapi kini volume perdagangannya semakin menurun. Pengusaha Osnabrück diajak untuk mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia termasuk dalam bidang perkayuan karena Osnabrück memiliki industri-industri pengolah.
Harald Ploß sebagai pengusaha mebel yang memanfaatkan peluang bisnis mebel di Indonesia sejak 20 tahun menjelaskan keberhasilannya melalui pendirian gudang mebel di kawasan berikat pelabuhan Semarang untuk mengadakan pemeriksaan akhir terhadap produk-produk mebel sebelum dikapalkan kepada para pembeli di Jerman dan Eropa. Pendirian gudang mebel telah memberikan lapangan kerja bagi para tukang kayu di samping pendidikan terhadap peningkatan mutu mebel.
Penyelenggaraan business meeting mendapat tanggapan positif dari para pengusaha Jerman khususnya terhadap perkembangan bisnis di Indonesia dan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan sehubungan dengan bidang bisnis dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Konjen RI menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan yang diperlukan.











