Setelah kegiatan promosi budaya mendapat sambutan hangat dari berbagai sekolah di Hamburg, KJRI Hamburg kembali menggelar kegiatan lain dengan menyelenggarakan kursus bahasa Indonesia.
Masyarakat Jerman, khususnya yang berada di kota Hamburg sangat berminat mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti program “Sparchkurs Indonesisch” (kursus bahasa Indonesia) di KJRI Hamburg. Namun. mengingat tenaga pengajar dan ruang belajar di KJRI yang terbatas, untuk tahap pertama jumlah peserta dibatasi 25 orang dan dibagi ke dalam 2 kelas.
Para peserta pada umumnya memiliki latar belakang profesi yang berbeda. Selain mahasiswa juga terdapat pengusaha, pengacara, insan media, konsultan, tour operator, dan beberapa pensiunan yang akan berwisata ke Indonesia.
Pembukaan program kursus bahasa Indonesia telah dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2011. Dalam sambutannya, Konjen RI Hamburg Marina Estella Anwar Bey menyatakan senang melihat banyak peserta yang berminat mempelajari bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa nasional yang digunakan oleh 238 juta penduduk Indonesia, dan sebagian dapat dimengerti oleh masyarakat di Malaysia dan Brunei Darussalam.
Konjen menyampaikan bahwa bahwa selain mempelajari bahasa, para peserta juga dapat belajar tarian dan musik tradisional Indonesia di KJRI Hamburg, karena KJRI memiliki program lain yang dinamakan “Indonesiens Kulture Kennelernen”, yaitu pengenalan seni budaya tradisional Indonesia terdiri dari Wayang, Batik, Angklung, dan Gamelan yang terbuka bagi semua kalangan, khususnya para pelajar. Diharapkan melalui kedua program tersebut, para peserta akan lebih mengenal dan memahami Indonesia.
Kursus bahasa Indonesia di KJRI Hamburg terbuka bagi seluruh masyarakat Jerman atau masyarakat lainnya tanpa dipungut biaya, dan diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan Indonesia melalui bahasa. Kursus dilaksanakan dua kali semingu, yaitu setiap hari Selasa dan Rabu. (end)
(Sumber KJRI Hamburg)

















