Suatu hari alam melantunkan simfoni duka, kerajaan alam perlahan sekarat..
mahkota katulistiwa mengamuk…
Sementara ada yang tuli dan tidak peduli..
kala sesamanya menderita..,
cuplikan puisi berjudul Orkestra Malam yang juga diterjemahkan dalam bahasa Jerman membuat haru dan menggerakkan hati pengunjung yang hadir di Ernst-Cassirer-Hörsaal, Universitas Hamburg pada acara malam dana korban gempa Mentawai, Merapi dan Wasior, tanggal 4 Desember 2010 di Hamburg.
Acara penggalangan dana bagi korban bencana di Indonesia yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hamburg dan di dukung oleh KJRI Hamburg telah dilaksanakan tanggal 4 Desember 2010. Malam dana yang dikemas dalam tema „One Night for Indonesia“ menampilkan tari Panyambahan dari Bali, tari Tani dari Jawa Tengah, medley lagu-lagu daerah, permainan musik angklung, pembacaan puisi, penjualan beragam kuliner daerah antara lain martabak telor, lumpia, bakmi goreng dan bakso serta penjualan tombola berhadiah handycraft Indonesia mendapat tempat khusus di hati masyarakat Hamburg pada malam itu.
Meskipun udara dingin dan berangin disertai deras indahnya hujan salju, tidak mengurangi semangat masyarakat Indonesia di Hamburg dan sekitarnya serta masyarakat Jerman di Hamburg melangkahkan kaki untuk hadir pada kegiatan mulia ini sebagai tanda dari rasa kepedulian yang tinggi serta solidaritas antara sebagian masyarakat dari dua bangsa yang besar.
Konjen RI Hamburg, Ibu Marina Estella Anwar Bey, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada PPI Hamburg, organisisasi-organisasi masyarakat serta masyarakat Indonesia yang telah mendukung kegiatan ini terlebih kepada pengunjung dan para donatur. Disampaikan bahwa bencana yang terjadi di Indonesia diakibatkan karena letak Indonesia yang berada pada lempengan-lempengan bumi yang bergeser. Oleh karena posisi tersebut, Indonesia bisa mengalami 1000 gempa bumi kecil maupun besar pertahun. Penggalangan dana yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia di luar negeri yang menjunjung tinggi persatuan, persaudaraan dan kesetiakawanan sosial serta sebagai jawaban atas kutipan J.F. Kennedy: don’t ask what the country can do for you, but ask yourself what you can do for your country. Konjen juga menginformasikan bahwa sesuai arahan Pemerintah, sumbangan untuk korban bencana alam yang berasal dari pemerintah asing dapat dikirim melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana sementara bantuan dari masyarakat dan lembaga non pemerintah dapat disalurkan melalui Palang Merah Indonesia.
Martabak telor, lumpia dan bakso telah memberikan sumbangannya pada kegiatan “One Night for Indonesia”. Jumlah keseluruhan yang terkumpul malam itu senilai 6055,55 Euro yang berasal dari penjualan makanan, tombola dan sumbangan dari beberapa perusahaan Jerman, antara lain Komrowsi & Co, Harald Ploß & Co. GmBH, INDOROPA, DIG Hamburg, Masyarakat Islam Hamburg (IIC Hamburg), INSEAC, IKAT-Agentur, Nyama Braya Bali dan KJRI Hamburg.
Sementara itu, pada hari yang sama salah satu organisasi masyarakat Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan Kawanua Hamburg telah melaksanakan acara Natal dimana kolekte yang terkumpul sepenuhnya juga disumbangkan pada korban gempa di Indonesia.
Berita: KJRI Hamburg

















