KJRI Hamburg

KJRI Hamburg

You are here  : HOME Berita Kegiatan KJRI Pengelolaan Sampah Semarang jadi Topik Bahasan Ilmuwan Indonesia dan Jerman
AutoCAD 2011 software

Pengelolaan Sampah Semarang jadi Topik Bahasan Ilmuwan Indonesia dan Jerman

E-mail Print PDF

 IMG_0401

Permasalahan penanganan sampah di kota Semarang menjadi bahasan para ilmuwan dan professional Indonesia dan Jerman dalam konferensi perubahan iklim di Hamburg.

Menurut pembicara yang mengangkat topik ini, konsep Clean Development Mechanism (CDM) dapat membantu memberikan tambahan insentif untuk mengatasi kesulitan pendanaan penanganan sampah di Semarang berdasarkan skema perdagangan karbon. Sehingga diharapkan permasalahan penanganan sampah yang biayanya mahal dapat ditangani dengan lebih baik.

Penanganan masalah sampah merupakan salah satu topik pada konferensi yang bertajuk „Kerjasama teknologi dan Manfaat Ekonomis dari Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia.” Konferensi berlangsung selama 2 hari di gedung TuTech Innovation, Hamburg, dan menampilkan para pembicara yang terdiri dari para akademisi, peneliti, praktisi dan profesional di bidang perubahan iklim.

Pembahasan pada hari pertama difokuskan pada solusi pengelolaan sampah dan energi efisiensi pada sektor industri Indonesia. Sedangkan pada hari kedua fokus diskusi pada bidang pengembangan energi terbarukan serta topik-topik khusus mengenai perkembangan ilmiah mutakhir bagi pengurangan gas rumah kaca yang dapat diterapkan di Indonesia.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) bekerja sama dengan KBRI Berlin dan KJRI Hamburg serta didukung oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hamburg.

Konferensi bertujuan untuk mencari alternatif solusi bagi permasalahan energi dan emisi gas rumah kaca di Indonesia dan meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia dan manfaat ekonomis yang dapat diraih. Secara khusus konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara antara Indonesia dan negara anggota Uni Eropa khususnya Jerman di bidang teknologi energi dan proyek berbasis CDM.

Utusan Khusus Presiden RI yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Konjen RI Hamburg, Marina Estella Anwar Bey, mengatakan bahwa adopsi praktek pembangunan berkelanjutan yang menganut prinsip pencegahan akan menghindarkan potensi kerugian sebagai dampak langsung kerusakan lingkungan. Hal ini tidak hanya akan menguntungkan lingkungan di bumi, tetapi juga dapat meningkatkan dan memperluas pembangunan industri, pertanian, perdagangan dan hal lain yang berkaitan dengan ekonomi. Untuk itu diharapkan agar konferensi ini dapat menjadi forum untuk menarik ide dan kerjasama antara Indonesia dan Jerman dalam menghadapi masa depan bersama.

Dalam keynote address-nya, Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo mengemukakan bahwa Indonesia mengakui pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca dalam upaya mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.

“Pemerintah RI telah menekankan komitmennya untuk bergabung dengan upaya internasional dalam memperlambat efek negatif perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 26% pada tahun 2020, yang bahkan bisa mencapai 41% apabila mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional “ ujarnya.

Dubes menambahkan upaya untuk mengatasi dampak negatif perubahan iklim harus berhubungan dekat dengan upaya pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Kebutuhan ekonomi harus terpenuhi agar masyarakat Indonesia dapat melindungi lingkungannya secara lebih baik. Dalam hal ini Dubes RI juga memberikan penghargaan tinggi kepada anak-anak muda Indonesia yang sedang belajar atau bekerja di Jerman atas kepedulian mereka atas permasalahan-permasalahan perubahan iklim di tanah air. Konferensi ini merupakan salah satu bukti nyata kontribusi mereka dalam mencari solusi pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia yang telah dicanangkan oleh pemerintah RI.

Pada konferensi ini juga diselenggarakan one-on-one meeting bagi para pengusaha Jerman yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia. Tercatat sembilan perusahaan Jerman tertarik untuk berbicara secara langsung dengan para pejabat dan pengusaha dari Indonesia.

Untuk meningkatkan pemahaman para pembicara dan peserta konferensi mengenai Indonesia, pada malam hari tanggal 1 November 2010, KBRI Berlin dan KJRI menyelenggarakan resepsi dan penampilan budaya. Dengan mengangkat tema Protection of Climate Change means also Preservation of Diverse Culture, sekitar 100 orang hadirin dihibur dengan tari-tarian Indonesia seperti tari Merak dan Klono Topeng dari Jawa dan Indang dari Sumatera Barat. Para hadirin juga menikmati sajian kuliner khas Indonesia yang tidak dijumpai di Hamburg kecuali pada acara ini.

Hamburg, 1 November 2010


Last Updated ( Tuesday, 22 May 2012 01:21 )  

You are here  : HOME Berita Kegiatan KJRI Pengelolaan Sampah Semarang jadi Topik Bahasan Ilmuwan Indonesia dan Jerman