Acara digelar di sekitar pusat kota merupakan festival rakyat tahunan diisi dengan berbagai gerai atau stan penjualan makanan, minuman, permainan, kerajinan tangan dan pertunjukan seni budaya. Pada cuaca yang cerah pengunung antusias menyaksikan penampilan kesenian Indonesia yang membuka acara setelah sambutan Wali Kota Braunschweig. Penampilan tari Jaipongan dari grup Margi Budoyo binaan KJRI Hamburg mendapat sambut meriah para pengunjung yang memadati halaman di pusat kota Braunschweig.
Hanya Indonesia yang menjadi tamu khusus diperbolehkan untuk menampilkan lebih dari satu kali. Selain tari Jaipongan yang membuka acara, Indonesia juga menampilkan musik Angklung serta tari Bali yang dibawakan oleh masyarakat Indonesia yang berdomisili di kota Braunschweig dan sekitarnya. Busana daerah Bandung yang dikenakan penari dan alunan khas musik tradisional Jawa Barat serta gerakan yang mempesona menjadikan tari Jaipongan tersebut menjadi kombinasi unik, yang menarik perhatian pengunjung festival. Menurut Ketua Ikatan Persahabatan Indonesia-Jerman (DIG Niedersachsen), Wolfgang Sehrt, tari Jaipongan menjadi pentasan yang menonjol pada festival tersebut.
Dari pagi sampai sore pengunjung meramaikan stan Indonesia. Mereka mengantri untuk mencicipi makanan khas Indonesia yang dijual, yaitu Nasi Goreng, Sate Ayam, Bakwan dan Es Teler. Masakan sangat laris sehingga terjual habis waktu festival berakhir pada sore hari. Selain itu KJRI Hamburg mempromosikan pariwisata Indonesia dengan menampilkan poster-poster di sekitar stand dan membagikan bahan informasi berbentuk brosur-brosur mengenai pariwisata Indonesia, brosur-brosur dan leaflet berbahasa Jerman yang diterbitkan oleh KJRI Hamburg.
Panitia dari Pemerintah Kota Braunschweig yang menjadi penyelenggara acara juga sangat menghargai partisipasi Indonesia dalam acara tersebut dan mengharapkan dapat ikut serta pada tahun mendatang. Keikutsertaan Indonesia pada acara tersebut merupakan salah satu kegiatan KJRI Hamburg dalam mengisi dan meningkatkan kerja sama sister city Bandung- Braunschweig yang genap 50 tahun pada akhir bulan Mei 2010. Partisipasi Indonesia dalam berbagai festival seni budaya semacam itu, dalam memperkenalkan seni budaya dan pariwisata Indonesia diharapkan akan dapat meningkatkan pengenalan budaya dan pariwisata Indonesia serta menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Indonesia.

















