Penampilan wayang kulit dengan lakon Bima Suci digelar pada malam seni Indonesia di pusat kerajinan tangan internasional Weltladen, Hamburg (19/02). Menariknya, dialog wayang menggunakan bahasa Jerman serta didahului kata pengantar mengenai cerita Bima Suci. "Ini memudahkan kami untuk mengikuti pertunjukan tersebut“, ujar salah satu penonton.
Para pecinta seni Jerman yang baru pertama kali menyaksikan langsung wayang kulit, mengagumi kreatifitas dan ketangkasan dalang Maharsi serta iringan musik gamelan dan suara merdu sinden yang secara apik dibawakan oleh Sanggar Seni Margi Budoyo binaan KJRI Hamburg.
Cuaca dingin, tidak menghalangi sekitar 60 orang warga Hamburg dan sekitarnya duduk mengitari panggung antusias dan menyimak dengan keingitahuan yang tinggi jalan cerita dan atraksi wayang kulit Bima Suci.
Usai pertunjukkan, penonton berkesempatan untuk mencoba secara langsung wayang dan gamelan. Maharsi menuturkan bahwa pertunjukkan wayang merupakan tontonan yang berisi tuntunan, karena banyak mengandung filsafat hidup yang berguna bagi kehidupan. Misalnya, dalam samadi “manunggaling kawula gusti”, kesatuan manusia dengan Tuhan yang menjadi tema di cerita Bima Suci.
Pada malam itu, dipamerkan pula koleksi wayang kulit dan wayang golek yang disertai penjelasan mengenai karakter dari masing-masing wayang oleh anggota Margi Budoyo. Kegiatan penampilan seni budaya Indonesia oleh KJRI Hamburg, merupakan kegiatan promosi citra yang berkelanjutan (sustainable promotion) kepada masyarakat setempat di wilayah kerja guna meningkakan pengetahuan dan pemahaman mengenai keanekaragaman seni budaya dan pariwisata Indonesia. (sumber: KJRI Hamburg)











