Para ilmuwan dan profesional Indonesia unjuk gigi di Jerman dalam berbagai riset dan aktifitas yang bertema perubahan iklim. Mereka kini menjajaki alih teknologi antara Jerman-Indonesia untuk mempercepat proses pembangunan di tanah air. Para ilmuwan dan profesional Indonesia di Jerman yang tergabung dalam Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) dan Perhimpunan Indonesia Jerman cabang Hamburg (DIG Hamburg) bekerja sama dengan KBRI Berlin dan KJRI Hamburg akan mengadakan konferensi internasional bertema perubahan iklim yang berjudul "Technology cooperation and economic benefit of reduction of GHG Emissions in Indonesia". Konferensi internasional ini direncanakan akan diadakan pada tanggal 1 dan 2 November 2010 bertempat di KJRI Hamburg.
Acting Konsul Jenderal RI Hamburg, Yayat Sugiatnya yang didampingi oleh koordinator persiapan konferensi Dr.-Ing. Victor Yuardi Risonarta dan Ova Candra Dewi Ismoyo menyampaikan bahwa keaktifan para ilmuwan dan profesional Indonesia di Jerman bisa mendorong alih teknologi dari Eropa khususnya Jerman ke Indonesia. Ada 3 tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Konferensi ini akan menampilkan 25 pembicara yang terdiri ilmuwan dan profesional dari Indonesia dan Jerman untuk mewujudkan kerja sama riset dan ekonomi dua negara. "Indonesia mempunyai 28 GW sumber energi panas bumi. Selain itu, banyak potensi energi terbarukan di Indonesia seperti energi angin, matahari, dan air yang belum termanfaatkan. Jika Indonesia dapat memanfaatkan, maka akan berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil ," ujar Yayat Sugiatna.
Informasi lengkap mengenai konferensi ini dan informasi pendaftaran dapat dilihat di website konferensi www.iasi-germany.org.
Sumber berita : KJRI Hamburg
Hamburg, 21 Juni 2010















