Das zweite Indonesische Filmfestival, das im Juni 2010 statt fand, widmete sich dem Thema ‘Werke indonesischer Regisseurinnen“. Vier Tage lang präsentierte das Generalkonsulat im Abaton Kino Filme von Nia Dinata, Nan Achnas, u.a.: Perempuan Punya Cerita, Bendera, Pasir Berbisik und Biola Tak Berdawai. Die Komödie Arisan, die beim Publikum gut ankam, eröffnete das Filmfestival. Bevor der Film losging, wurde die Veranstaltung mit einem indonesischen Tanz offiziell eröffnet. Neben zahlreichen Zuschauern, waren auch geladene Gäste des Generalkonsulats dabei. Alle zeigten sich am Ende des Filmes um das kosmopolische Gesellschaftsleben in Jakarta "sehr zufrieden" und teilweise zum lauten Lachen animiert.
Pembukaan FFI 2010 di Hamburg, Senin (28/06) diawali dengan resepsi yang dihadiri oleh masyarakat setempat serta para undangan yang terdiri dari pejabat konsuler negara-negara sahabat, pejabat setempat, para pengusaha relasi KJRI Hamburg, anggota Perhimpunan persahabatan Indonesia-Jerman, serta media lokal. Sekitar 200 penonton yang memenuhi gedung bioskop Abaton Hamburg memberikan komentar ”sangat puas” atas pemutaran film perdana FFI tersebut.Kisah mengenai kehidupan kosmopolitan di Jakarta sangat menghibur para penonton dan berhasil memancing gelak tawa penonton. Sutradara Nia Dinata, sangat piawai dalam menuturkan kisah metropolitan bentuk drama satir.
Acara pembukaan FFI 2010 sendiri diawali dengan tari Jaipongan yang sangat cocok dengan film Arisan yang membuka festival ini. Kemudian Act. Konsul Jenderal RI, Yayat Sugiatna secara resmi membuka acara menonton bersama. Dalam sambutannya Yayat Sugiatna mengharapkan agar perfilman Indonesia dapat lebih dikenal di Eropa melalui FFI 2010 ini. Film karya sutradara wanita Indonesia sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan tentang budaya Indonesia khususnya kaum perempuan. Selanjutnya film promosi Visit Indonesia produksi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI diputar sebelum film Arisan dimulai.
Festival Film Indonesia yang untuk kedua kali digelar di kota Hamburg fokus pada film-film karya Nia Dinata dan Nan Achnas. FFI 2010 merupakan penyambung promosi bagi dunia perfilman Indonesia di luar negeri dan sangat dinantikan oleh penggemar film-film Indonesia di Hamburg dan sekitarnya. Penonton yang hadir memberikan pujian positif terhadap film-film Indonesia. Apalagi mereka melihat film bermutu yang mampu menggambarkan berbagai sisi kehidupan wanita di Indonesia.
Pemilihan tempat untuk penyelenggaraan Festival Film Indonesia selama 4 hari di Abaton Kino sangatlah tepat, karena bioskop arthouse itu dikenal memiliki jumlah peminat tinggi terhadap film-film internasional, sehingga diharapkan akan menarik perhatian yang cukup besar terhadap perfilman dan budaya Indonesia.
FFI 2010 terlaksana berkat kerjasama Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hamburg dengan KBRI Praha serta Kalyana Shira Films. Sebelum di Hamburg, masyarakat di berbagai kota lain di Eropa telah menyaksikan Festival Film Indonesia tersebut, a.l. di Praha dan Beograd. Promosi untuk FFI 2010 tersebut sudah dimulai sejak beberapa minggu sebelum acara dimulai yaitu melalui berbagai pemasangan poster-poster di berbagai tempat-tempat strategis serta promosi yang marak di media internet. Selain itu, Majalah “Szene Hamburg“ dalam edisi bulan Juni juga memuat artikel FFI. Berbagai artikel senada juga tampak dimuat di sejumlah media massa cetak kota Hamburg, antara lain di harian kota terbesar „Hamburger Abendblatt“.

















