Das Fortbildungsprogramm wird durch das Auswärtige Amt der Bundesrepublik Deutschland finanziert und ist ein wichtiger Bestandteil der internationalen Zusammenarbeit, insbesondere im Bereich Sport. Die sportliche Zusammenarbeit mit Indonesien in der Leichtathletik läuft bereits seit den 1980er Jahren. So konnten bereits zahlreiche indonesische Athleten und Trainer in Malente aus- und weitergebildet werden. So kamen auch immer wieder Ausbilder des Schleswig-Holsteinischen Leichtathletikverbandes nach Indonesien und engagierten sich direkt vor Ort.
Nachdem die Zusammenarbeit im Jahr 2000 zwischenzeitlich ruhte, konnten die engen Beziehung glücklicherweise vor einigen Jahren wiederbelebt werden. In den Jahren 2009 und 2010 nahmen mehrere Leichtathleten und Trainer an Fortbildungsmaßnahmen in Malente teil.
Pada pertengahan 2009 dan 2010, delegasi atletik yang terdiri dari sejumlah pelatih dan atlit terkenal Indonesia kembali diundang ke Malente untuk mendapatkan pelatihan dan berkesempatan mencoba fasilitas tartan yang baru selesai dibangun di Ernst Rüdiger Sport Centre. Selanjutnya pada Oktober 2010, dua pelatih atletik Jerman dan Ariane Friedrich, atlet lompat tinggi Jerman kelas dunia berkunjung ke Indonesia untuk memberikan kursus pelatihan pada cabang decathlon, heptathlon, dan lompat tinggi di Jakarta.
Dalam sambutannya pada acara penutupan dan pelepasan pelatih PASI tanggal 10 Desember 2011 di Precise Hotel – Malente, Konjen RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey menyampaikan apresasi yang tinggi kepada Kementerian Luar Negeri Jerman yang telah memungkinkan terselenggaranya program pelatihan ini, dan kepada Schleswig-Holsteiner Leichtathletik-Verband (SHLV) yang telah menyediakan fasilitas dan bantuan kompetensi kepada para pelatih atletik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI mengemukakan bahwa prestasi Indonesia di bidang olahraga telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari keluarnya Indonesia sebagai juara umum pada SEA Games ke XXVI di Jakarta dan Palembang tanggal 11 – 22 November 2011.
Pada SEA Games tersebut, prestasi Indonesia di cabang atletik menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan karena berhasil meraih 16 medali atau meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 7 atlet yang pernah mendapatkan pelatihan di Malente berhasil menyumbangkan medali, dan 5 diantaranya adalah medali emas.
”Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari keseriusan pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para atlit dan pelatih, yang salah satunya dilaksanakan melalui program kerjasama dengan mitra di luar negeri, yakni dengan Federasi Atletik Schleswig-Holstein (SHLV)”, demikian ujar Konjen RI.
Program pelatihan yang diselenggarakan di Malente ini merupakan implementasi kemitraan Indonesia - Jerman dalam upaya meningkatkan hubungan dan kerjasama internasional di bidang olahraga. Melalui kemitraan ini diharapkan persahabatan Indonesia - Jerman yang pada tahun 2012 genap berusia 60 tahun dapat menjadi semakin erat, dan prestasi olah raga Indonesia ke depan semakin maju.
Menurut rencana untuk program tahun 2012, pihak SHLV kembali akan mengundang sejumlah atlet dan pelatih atletik Indonesia, khususnya pada cabang lempar cakram dan lempar lembing, untuk mendapatkan pelatihan di Malente. Selain itu, SHLV juga akan mengirimkan beberapa tenaga profesional Jerman ke Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada para pelatih atletik di Bandung dan Jakarta dengan fokus pada pembinaan atlet tingkat dasar. (ady)

















