Penampilan wayang Indonesia terlihat unik karena para pelakunya tidak hanya terdiri dari masyarakat Indonesia, namun juga melibatkan beberapa warga Jerman yang tergabung dalam Kelompok Margi Budoyo tersebut.
Berbeda dari penampilan peserta lainnya yang rata-rata menggunakan bantuan audio system, penampilan wayang Indonesia tampil mengesankan dan lebih hidup karena diiringi secara langsung oleh sebelas pemain gamelan dengan sinden Elly Event.
Dalam sambutan pembukaannya, ketua penyelenggara Frieder Paasche memaparkan secara singkat jalan cerita Begawan Ciptoning dan Hanoman Duta, serta memperkenalkan figur-figur yang terlibat dalam kedua cerita tersebut.
Selain pertunjukan wayang kulit, pada kesempatan itu juga digelar pemaparan (vortrag) mengenai sejarah wayang kulit Indonesia yang disampaikan oleh Dieter Siefert, pemerhati dan peminat wayang Indonesia berkebangsaan Jerman.
Usai pertunjukkan, para penonton diberi kesempatan bertanya dan mencoba memainkan secara langsung wayang dan gamelan. Menjawab pertanyaan para penonton, Maharsi menuturkan, bahwa pertunjukkan wayang merupakan tontonan yang berisi tuntunan, karena dalam ceritanya banyak mengandung falsafah hidup yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.(And)

















